Daftar Gunung Erupsi Hari Ini, Ibu di Halmahera hingga Semeru di Jatim

7 hours ago 15

Jakarta, CNN Indonesia --

Setidaknya ada tiga gunung api aktif di Indonesia yang mengalami erupsi sejak tengah malam tadi, Jumat (11/9).

Mengutip dari laman Magma Indonesia yang dikelola Badan Geologi Kementerian ESDM, tiga gunung itu adalah Semeru di Lumajang, Jawa Timur (Jatim); Ili Lewotolok di Pulau Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT); dan Gunung Ibu di Pulau Halmahera, Maluku Utara.

Tiga gunung itu dikenal masih intens erupsi selama beberapa waktu terakhir, termasuk Kamis (10/9) kemarin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gunung Semeru

Hingga berita ini ditulis per pukul 09.35 WIB, gunung api tertinggi di Pulau Jawa itu telah mengalami lima kali erupsi sejak pukul 00.00 WIB.

Letusan pertama terjadi lepas tengah malam, yakni pukul 00.26 WIB.

"Visual letusan tidak teramati. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung," demikian laporan pantauan yang dibuat petugas Liswanto AP.

Kemudian berikutnya pada pukul 04.27 WIB, di mana visual letusan tidak teramati.

"Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung," tulis Liswanto pada pukul tersebut.

Sekitar setengah jam kemudian, pukul 05.05 WIB, kembali terjadi erupsi dan visual letusan tak teramati petugas di pos pemantauan.

Lalu pukul 06.16 WIB, kembali terjadi letusan namun visualnya tak teramati lagi.

"Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi 187 detik," tulis petugas Sigit Rian Alfian dalam laporannya di situs Magma Indonesia.

Sepanjang 2026 ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di bawah Badan Geologi mencatat Semeru menjadi gunung yang paling banyak erupsi atau letusan.

Total sejauh ini ada 1831 jumlah letusan Gunung Semeru yang pernah tercatat sepanjang 2026 ini.

Gunung Ibu

Mengutip dari laporan Magma, saat hari berganti tengah malam tadi, gunung api yang berada di Pulau Halmahera itu telah lima kali meletus sejak lepas tengah malam tadi.

Letusan pertama setelah hari berganti terjadi pukul 00.49 WIT, dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 400 meter di atas puncak (1725 mpdl).

"Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat laut. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi 48 detik," tulis petugas M Richard Chaniago dalam laporannya.

Kemudian pukul 08.56 WIT, erupsi terjadi lagi.

"Visual letusan tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 18 mm dan durasi 41 detik," demikian laporan petugas Darsono Haji Muhammad Nur.

Letusan selanjutnya terjadi pukul 08.58 WIT, 10.57 WIT, dan 11.18 WIT.

Berdasarkan catatan PVMBG, Gunung Ibu menempati tempat kedua rekor jumlah erupsi terbanyak sepanjang tahun ini. Sepanjang 2026 ini, PVMBG mencatat total telah terjadi 1537 letusan di Gunung Ibu.

Gunung Ili Lewotolok

Gunung yang berada di Pulau Lembata, NTT, ini menempati tempat keenam jumlah rekor letusan gunung api yang dicatat PVMBG terjadi sepanjang 2026 ini. Total sejauh ini ada 116 letusan Gunung Ili Lewotolok.

Pada hari ini, hingga berita ditulis, ada enam erupsi yang tercatat terjadi di Gunung Ili Lewotolok.

Letusan pertama hari ini terjadi pukul 00.57 Wita.

"Visual letusan tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi 70 detik," demikian laporan petugas Yeremias Kristianto Pugel dikutip dari laman Informasi Letusan situs Magma Indonesia.

Letusan selanjutnya terjadi pukul 02.08, 02.21, 07.09, dan 08.02 Wita.

Terakhir yang tercatat sejauh ini gunung itu meletus pukul 09.06 Wita.

"Tinggi kolom abu teramati ± 700 m di atas puncak (± 2123 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi 85 detik," demikian laporan petugas Syawaludin dalam laporannya.

(kid)

Read Entire Article
Infrastruktur | | | |