Hindari Risiko Tsunami Pascagempa NTT, Warga Selayar Naik ke Gunung

4 hours ago 7

Makassar, CNN Indonesia --

Warga di Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel), juga dilaporkan mengalami kepanikan ketika guncangan dan peringatan dini tsunami karena gempa NTT berkekuatan Magnitudo (M) 7,7 terjadi di wilayah tersebut pada Sabtu (15/8) pagi ini.

Kepala BPBD Selayar, Ahmad Aliefyanto mengatakan Kabupaten Kepulauan Selayar hanya terkena dampak getaran saja saat gempa utama NTT terjadi tadi pagi.

Saat ini, dia bilang kondisi sudah relatif kondusif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Situasi saat ini relatif aman. Hanya getaran saja yang terasa, itu hanya satu kali pada pagi tadi," kata Alief kepada CNNIndonesia.com.

Namun, warga yang berada di pulau terluar, kata Alief sempat mengalami kepanikan hingga bergegas mengungsi setelah merasakan guncangan gempa tersebut. Warga, katanya, lalu naik ke dataran tinggi yakni bukit atau gunung demi menghindari dugaan marabahaya tsunami.

"Iya, tapi karena masyarakat kita yang di pulau khusus, kasihan, ini, kan trauma dengan yang itu. Nah, sehingga panik semua, lari naik ke gunung untuk mengungsi, pada hal belum ada perintah untuk itu. Tahapannya kan hanya keluar rumah dulu," ungkapnya.

Meski demikian, Alief memastikan situasi di Kabupaten Kepulauan Selayar dalam kondisi aman.

"Iya masih relatif aman untuk untuk kita di Selayar," katanya.

Terpisah, saat dihubungi CNNIndonesia.com, Komisioner KPU Selayar, Muhammad Arsat, mengonfirmasi soal guncangan yang dirasakan akibat gempa NTT tadi pagi. Dia mengaku guncangan yang keras itu cukup membuat panik warga di sekitarnya.

"Iya, ngeri tadi pagi," kata Arsat kepada CNNIndonesia.com.

Namun, dia memastikan tak ada bangunan rusak di wilayahnya meski guncangan Gempa NTT itu terasa kencang.

"Di kota Benteng Selayar saja kuat sekali kanda, tapi tidak ada bangunan rusak," jelasnya.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika melaporkan hingga pukul 10.00 WITA jumlah gempa susulan pascagempa magnitudo 7,7 di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), telah mencapai 111 kali.

"Informasi terbaru hingga pukul 10.00 WITA telah terjadi total 111 kali gempa bumi susulan," kata Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kupang Arief Tystama di Kupang, Sabtu pagi dikutip dari Antara.

Hal ini disampaikannya saat menggelar konferensi pers di Kupang bersama pemerintah daerah dan instansi terkait lainnya yang bertempat di Mapolda NTT, Kupang.

Dia mengatakan, meskipun hingga pukul 10.00 WITA sudah ada 111 kali gempa susulan, aktivitas seismik tersebut masih terus terjadi dengan magnitudo terakhir 3,8.

Walaupun magnitudo gempa sudah mulai mengecil, dia mengimbau masyarakat di Flores untuk selalu waspada, karena gempa susulan masih terus terjadi. Sementara itu terkait peringatan dini tsunami, ujarnya, saat ini telah dicabut.

Sebelumnya, BMKG mengeluarkan status potensi tsunami dua di sejumlah wilayah pesisir di NTT pascagempa dengan magnitudo 7,7 menguncang Desa Mbay, Kabupaten Nagekeo, Sabtu pukul 05.58 WITA waktu setempat.

Pusat gempa terjadi pada koordinat 8,41 derajat lintang selatan dan 121,39 derajat bujur Timur. Lokasinya di sekitar 30 kilometer laut Mbay-Nagekeo dengan kedalaman 15 kilometer

Hingga pukul 07.03 WITA BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami 2. Peringatan tersebut mencakup wilayah NTT, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Tenggara.

Di NTT, wilayah yang berstatus Siaga meliputi Manggarai bagian utara, Ngada bagian utara, Manggarai Barat bagian utara, Ende bagian utara dan Sikka bagian utara.

Sementara itu, wilayah Sulawesi Selatan yang masuk status Siaga yakni Selayar, Jeneponto, dan Bantaeng.

(mir/kid)

placeholder

Read Entire Article
Infrastruktur | | | |