Jelang Musim Tanam, Nagan Raya Optimalkan TKD untuk Rehabilitasi Sawah

3 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya, Aceh, mempercepat pemanfaatan tambahan Dana Transfer ke Daerah (TKD) yang salah satu fokusnya diperuntukkan bagi memulihkan lahan pertanian yang terdampak bencana pada akhir tahun lalu.

Optimalisasi TKD dilakukan agar sawah yang rusak dapat kembali ditanami dan produktivitas petani tetap terjaga. Percepatan jadi semakin mendesak, karena Nagan Raya telah memasuki musim tanam dengan sejumlah lahan masih dalam fase pemulihan, termasuk di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang.

Untuk itu, Pemkab Nagan Raya menyelaraskan pemanfaatan tambahan TKD dengan dukungan anggaran Kementerian Pertanian (Kementan), Penyelarasan program ini diperlukan agar anggaran dapat diarahkan secara tepat kepada lahan yang paling membutuhkan penanganan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Langkah awal yang perlu dituntaskan mencakup pemutakhiran data kerusakan, penetapan lokasi prioritas, penyelesaian persyaratan administrasi, dan penyusunan rencana pekerjaan.

Data yang akurat membantu pemda menentukan bentuk penanganan, mulai dari pembersihan material, rehabilitasi lahan, perbaikan irigasi, hingga penyediaan sarana produksi pertanian.

Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Aceh, Firdaus mengatakan, realisasi anggaran bantuan pertanian di Provinsi Aceh telah mencapai 49,2 persen atau sekitar Rp253,5 miliar dari pagu Rp515,2 miliar. Capaian itu terus ditingkatkan untuk mempercepat program pertanian di triwulan ketiga.

"Realisasi kegiatan kita baru sekitar 49 persen. Kami mengharapkan kabupaten dan kota segera menyelesaikan persoalan yang menyebabkan keterlambatan proses administrasi karena anggaran ini sudah berada di kabupaten," kata Firdaus.

Firdaus menegaskan, pemerintah daerah (Pemda) perlu proaktif menyampaikan setiap hambatan pelaksanaan. Menurutnya, percepatan tidak hanya bergantung pada ketersediaan anggaran, tetapi juga pada kesiapan Pemda mengeksekusi program di lapangan.

Kebutuhan percepatan itu tidak terlepas dari luasnya dampak bencana terhadap sektor pertanian Aceh. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian yang dihimpun Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, luas sawah terdampak dilaporkan mencapai 57.171 hektare, dengan tingkat kerusakan mulai dari ringan, sedang, berat, hingga lahan yang hilang diterjang bencana.

Bagi masyarakat Nagan Raya, sawah menjadi sumber penghasilan keluarga sekaligus penopang ketersediaan pangan daerah. Karena itu, pemanfaatan TKD perlu difokuskan pada upaya mengembalikan lahan ke kondisi produktif secepat mungkin, tanpa mengabaikan ketepatan administrasi dan akuntabilitas anggaran.

Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatra mendukung langkah Pemkab Nagan Raya. Perwakilan Tim Satgas PRR Aceh dari Kementerian Dalam Negeri, Imran, menegaskan percepatan pemulihan sawah dibutuhkan untuk menjaga produksi pertanian dan ketahanan pangan daerah.

"Kita harus memikirkan bagaimana pemulihan lahan sawah dan pertanian ini dapat dilakukan sesegera mungkin sehingga tidak mengganggu produksi pertanian maupun ketahanan pangan Nagan Raya ke depan," ujar Imran.

Sebagai penguatan koordinasi daerah, Satgas PRR juga mendorong pembentukan posko kabupaten agar data kerusakan, pelaksanaan program, kendala lapangan, dan aspirasi masyarakat dapat dikelola melalui satu pintu.

(rea/rir)

placeholder

Read Entire Article
Infrastruktur | | | |