Kupang, CNN Indonesia --
Keluarga dari mendiang Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dokter Icha mengaku mendapat puluhan pertanyaan seputar laporan dugaan intimidasi yang dialami dokter Icha dalam pemeriksaan oleh penyidik Polda Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (10/7).
Selain itu keluarga juga menyerahkan tambahan bukti kepada penyidik saat proses pemeriksaan penyidik Subdit 1 Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Dit PPA dan PPO) Polda NTT.
Hal tersebut disampaikan Kuasa Hukum sekaligus perwakilan keluarga, Viktor Manbait di Polda NTT usai mendampingi keluarga menjalani pemeriksaan pada Jumat (10/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tentunya ada (bukti) keterangan, (surat) keterangan medis yang berkaitan dengan perawatan dan pengobatan dokter Icha," kata Viktor Manbait, usai pemeriksaan di Mapolda NTT, Jumat sore.
Viktor menyebut ada tiga orang yang dimintai keterangan oleh penyidik diantaranya adalah kedua orang tua almarhum dokter Icha yakni Gabriel Pakaenoni dan Nur Azizah, serta pacar dokter Icha berinisiap IB.
"Jadi tadi mereka bertiga sudah memberikan keterangan (sebagai saksi) dan didampingi oleh tiga orang kuasa hukum dari kantor kami," sebut Viktor.
Dia menjelaskan untuk kedua adik dari mendiang dokter Icha yakni Tiara Pakaenoni dan Elyn Pakaenoni telah dijadwalkan dimintai keterangan oleh penyidik pekan depan.
Dia menjelaskan pemeriksaan hari ini dilakukan sejak pukul 10.30 Wita. Dan ada beberapa pertanyaan yang disampaikan penyidik ke tiga orang tersbeut.
"Sejak pagi tadi sekitar pukul 10.30 Wita tadi, keluarga dari almarhumah dr. Icha telah memenuhi undangan dari Ditres PPA dan PPO Polda NTT untuk memberikan keterangan sesuai laporan yang diajukan ke sini," jelasnya.
Disebutkan Viktor materi pemeriksaan berkaitan dengan laporan dugaan intimidasi yang dialami dokter Icha pada 13 Juni 2026 lalu di Rumah Sakit Leona Kefamanenanu yang diduga dilakukan tiga anggota DPRD Timor Tengah Utara (TTU) dan satu Aparatur Sipil Negara (ASN) dokter hewan Dinas Peternakan TTU.
Menurut Viktor dalan pemeriksaan yang dilakukan lebih dari empat jam tersebut ada sekitar 28 pertanyaan yang disampaikan penyidik kepada masing-masing saksi.
Terpisah, Direktur PPA dan PPO Polda NTT, Kombes Pol Nova Irone Surentu mengaku belum mengetahui secara pasti materi pemeriksaan kepada tiga keluarga dari dokter Icha karena sedang mengikuti kegiatan di tempat lain.
"Saya belum dapat (informasi) dari anggota ya, karena setelah selesai (pemeriksaan) saya ada giat (lain)," kata Nova dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Jumat malam.
"Yang jelas sudah (selesai pemeriksaan)," sambungnya.

Sebelumnya diberitakan dr Icha ditemukan tewas diduga mengakhiri hidup sendiri di rumahnya di Perumahan RSS Baumata, Desa Baumata Barat, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, Jumat (26/6) sore.
dr. Icha diduga nekat mengakhiri hidupnya karena mengalami depresi berat dan gangguan psikologis setelah mendapat intimidasi dari tiga anggota DPRD TTU pada 13 Juni 2026 lalu saat menangani pasien yang terkena gigitan ular di Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Leona Kefamenanu.
Tiga anggota DPRD TTU yang diduga melakukan intimidasi terhadap dr. Icha tersebut adalah Therezius Lazakar (Golkar), Robert Tubani (PKB), Veronika Lake (PDIP).
Korban gigitan ular tersebut yang nyawa berhasil diselamatkan disebut masih berkeluarga dengan salah satu anggota DPRD yakni Therezius Lazakar yang ikut melakukan intimidasi dr. Icha.
Jenazah dr. Icha telah dimakamkan pada Senin (29/6) dan dihadiri ribuan pelayat.
Kasus dugaan intimidasi tersebut juga telah dilaporkan pihak keluarga ke Polda NTT.
Total ada empat orang yang dilaporkan. Selain tiga anggota DPRD TTU, juga ada seorang ASN Dokter Hewan yang bertugas di Dinas Peternakan TTU berinisial MMS.
(kid)
Add
as a preferred source on Google

3 hours ago
7














































