Kesaksian Turis Norwegia Selamat dari Dinding Hotel Roboh di Gempa NTT

5 hours ago 6

Manggarai Barat, CNN Indonesia --

Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8) pagi.

Guncangan kuat membuat sejumlah tamu yang menginap di Hotel Jayakarta, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, panik dan berlarian menyelamatkan diri dengan membawa barang seadanya.

Salah satu tamu, Torhstaeen (28), warga Norwegia yang baru semalam menginap di hotel tersebut, menceritakan detik-detik mencekam dirinya terjaga oleh gempa, lalu berupaya menyelamatkan diri keluar dari bangunan yang beberapa di antaranya sudah roboh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengaku saat terjaga karena guncangan keras, dari kamarnya yang berada di lantai lima bangunan hotel tersebut dia melihat di bawah banyak yang panik berlarian.

"Hari ini kami dibangunkan oleh gempa yang besar. Sebelumnya saya tidak menyadari apa yang sedang terjadi. Saat melihat ke luar jendela, saya melihat staf-staf hotel berlarian melewati area kolam renang. Di situ saya menyadari keadaan sudah serius. Saya langsung mengenakan pakaian dan menuju koridor," kata dia saat diwawancara CNNIndonesia.com di lobi Hotel Jayakarta, pascagempa, Sabtu (15/8) siang.

"Saat hendak menggunakan lift, sudah ada satu keluarga di sana [di dekat lift]. Dan, mereka melarang saya turun [pakai lift], karena dinding hotel roboh. Mereka menyarankan saya tetap berada di dekat lift itu sampai gempa berhenti. Setelah gempanya berhenti, kami mencari jalan keluar lewat tangga darurat," sambungnya.

Kesaksian kepanikan saat gempa terjadi disampaikan pula oleh Kadek dan Jessie.

Dua tamu asal Surabaya, Jawa Timur itu juga menginap di lantai lima hotel tersebut saat gempa terjadi.

Kadek dan Jessie--yang baru tiba di Labuan Bajo kemarin malam--menceritakan saat gempa terjadi terdengar pula suara keras, selain guncangan hebat.

"Suaranya keras sekali, gedung berguncang hebat. Saya kira ada yang mengetuk pintu, ternyata gempa. Rasanya jauh lebih kuat dan lama dari yang biasa kami rasakan," ujar Kadek.

Keduanya langsung berusaha turun lewat tangga darurat. Namun di lantai empat, puing-puing tembok sudah berserakan dan menghalangi jalan.

Mereka sempat terhenti sejenak sambil menunggu guncangan mereda.

"Tembok-tembok mulai runtuh, suara gemuruh makin kencang. Kami tidak sempat membawa HP, tidak memakai sandal, langsung lari turun pelan-pelan bersama tamu lain yang dibantu staf hotel," tambah Jessie.

Torhstaeen (28), warga Norwegia yang baru semalam menginap di hotel tersebut, menceritakan detik-detik mencekamnya.Torhstaeen (28), warga Norwegia yang selamat dari gempa NTT menghancurkan sebagian bangunan hotel tempatnya menginap di Labuan Bajo, Manggarai Barat. (CNN Indonesia/Petrus)

Menurut perkiraan mereka, guncangan gempa pertama berlangsung sekitar lima menit. Beberapa gempa susulan juga sempat terasa saat mereka sudah berkumpul di area luar hotel.

Diketahui gempa dengan kekuatan utama Magnitudo 7,7 mengguncang sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT, Sabtu dini hari Wita. Atas gempa yang terjadi, BMKG sempat merilis peringatan dini tsunami di sejumlah wilayah terutama NTT dan Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Peringatan dini tsunami itu telah dinyatakan berakhir, namun BMKG melaporkan terjadi kenaikan ombak yang menerpa sejumlah wilayah pesisir.

Per Sabtu siang per pukul 12.30 WIB, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap telah terdata 14 korban meninggal dunia terkait peristiwa gempa NTT itu.

Selain itu, dua orang luka berat, dan 11 lainnya luka ringan. Namun demikian, data tersebut masih dalam proses pendataan, verifikasi, dan validasi di lapangan.

"Korban meninggal dunia sementara tercatat di Kabupaten Sikka sebanyak tiga orang, Kabupaten Manggarai enam orang dan Kabupaten Manggarai Timur lima orang. Sementara korban luka dilaporkan di Kabupaten Sikka, Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan dalam keterangannya, Sabtu siang.

Ia menegaskan data-data korban yang disampaikan itu masih bersifat sementara dan bisa berubah seiring proses verifikasi dan validasi oleh BPBD dan pihak terkait. Berton menyebut, setiap perkembangan data akan disampaikan berdasarkan hasil pendataan resmi di lapangan.

Selain korban jiwa, sekitar 2.000 warga mengungsi atau evakuasi mandiri menyusul guncangan kuat dan peringatan dini tsunami yang sempat dikeluarkan setelah gempa utama.

(lou/kid)

placeholder

Read Entire Article
Infrastruktur | | | |