Kesaksian Warga soal Markas Scammer yang Digerebek Polisi di Sleman

1 day ago 5

Yogyakarta, CNN Indonesia --

Sebuah bangunan dua lantai yang diduga jadi markas sindikat scammer atau penipuan daring jaringan internasional di Jalan Gito Gati, Sleman, DIY, nampak sepi aktivitas usai digerebek jajaran Polresta Yogyakarta Selasa (6/1).

Berdasarkan pantauan pada Selasa pagi, tiga pintu geser sisi depan bangunan yang berlokasi di Penen, Donoharjo, Ngaglik, Sleman tersebut dalam kondisi tertutup dan digembok.

Tak terlihat adanya aktivitas apa pun. Bangunan bercat krem itu juga tidak nampak mencolok dari luar. Papan bulat bertuliskan 'Altair TS' masih menggantung di tembok muka bangunan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kesaksian dari beberapa warga menyebut bangunan itu beroperasi 24 jam setiap harinya sebelum tutup setelah didatangi polisi, Senin (5/1) kemarin.

"Hari-hari ramai, selalu ramai, buka 24 jam," kata N, salah seorang pegawai sebuah toko yang tak jauh dari lokasi penggerebekan, Selasa.

Dia mengaku biasanya melihat banyak sepeda motor yang terparkir di area halaman depan. Posisi pintu depan bangunan selalu terbuka, tetapi ia tak sampai niat untuk menengok ke dalam.

Kabar yang N dengar, orang-orang di dalam bangunan bekerja sebagai admin atau customer service alias bagian layanan konsumen. Tapi ia juga tak tahu di bidang apa mereka bergerak.

"(Karyawannya) pakai baju biasa saja, pakai baju biasa-biasa sih kayak ya baju kesehari-harian lah bukan yang terlalu formal tapi ya ada formal ada enggak tapi ya bebas lah pakaiannya," ungkap N.

Soal durasi operasional selama 24 jam ini juga disampaikan Jessica (32) yang mencari nafkah sebagai penuual minuman di dekat lokasi penggerebekan. Dia mendapat informasi ini dari warga sekitar.

Dia tak begitu paham jenis aktivitas di dalam bangunan itu. Tapi, kata Jessica, beberapa karyawan ada yang pernah mampir ke lapaknya untuk membeli minuman.

"Rata-rata (usia pegawai) muda, (logat) orang Jawa," kata Jessica.

Baik N maupun Jessica tak pernah curiga dengan aktivitas di balik bangunan tersebut. Keduanya sama-sama tak menyangka jika tempat tersebut kemudian digerebek petugas kepolisian.

Keduanya sempat melihat ada dua truk kepolisian di lokasi, Senin kemarin. N dan Jessica menyaksikan sejumlah orang serta sepeda motor diangkut petugas.

Ketua RW 33, Penen, Donoharjo, Wahyu Agung Purnomo menyebut dirinya sempat diminta petugas kepolisian untuk menjadi saksi penggeledahan bangunan terindikasi markas sindikat scammer, Senin sore kemarin sekitar pukul 15.15 WIB.

Dia melihat beberapa benda yang diduga jadi barang bukti disita petugas, seperti ponsel hingga laptop.

"(Laptop) banyak, banyak sekali karena itu ada di lantai bawah dan lantai atas juga ada kamar-kamar itu setiap kamar itu ada barang buktinya masing-masing di atas meja," ujar Agung.

"Saya kurang tahu proses waktu karyawan dinaikkan ke mobil. Itu saya tidak sudah tidak menyaksikan lagi. Karena dari kepolisian cuma minta untuk melihat barang bukti itu juga karyawannya waktu itu juga masih ada di situ, setelah dianggap cukup kami diperbolehkan untuk keluar," sambungnya.

Informasi yang Agung terima dari kepolisian kemarin, setidaknya ada 50-60 orang pegawai dimintai keterangan oleh petugas. Kata dia, jumlah karyawan di tempat itu memang banyak. Bahkan, kendaraan sepeda motor mereka sampai-sampai meluber ke bahu jalan.

"(Karyawan) yang warga sini enggak ada. Luar sini semua. (Pembagian kerjanya) tiga sif, 24 jam," beber Agung

Informasi yang Agung peroleh, bangunan itu milik salah seorang warga setempat dan dikontrakkan beberapa kali ke penyewa berbeda. Penyewa terakhir mulai menempati lokasi tersebut sejak sekitar setahun belakangan.

Agung juga kurang paham usaha yang dijalankan di tempat tersebut selama setahun terakhir ini. Menurutnya, orang-orang di dalam sana juga tidak pernah berinteraksi dengan warga sekitar.

"Dulu itu izinnya ada di Pak RT itu. Ada di Pak RT itu usahanya itu seperti apa ya saya lupa dulu wong agak susah juga untuk menjelaskan itu.
Tapi izinnya juga tidak di Sleman, tapi di daerah Jawa Barat," kata Agung.

Sebelumnya, Polresta Yogyakarta melakukan penggerebekan sebuah markas sindikat penipuan daring alias online scam jaringan internasional di wilayah Kabupaten Sleman, DIY.

Kasatreskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Riski Adrian mengatakan, penggerebekan menyasar sebuah lokasi di Jalan Gito Gati, Ngaglik, Sleman, Senin (5/1).

"Diinformasikan bahwa Polresta Yogyakarta berhasil mengungkap dugaan tindak pindana scam jaringan internasional yang berada di Jalan Gito Gati," kata Adrian saat dihubungi, Senin malam.

Adrian bilang, kasus ini masih dalam proses pendalaman oleh kepolisian. Dia belum mengungkap detail perkara ini.

"Sampai saat ini masih proses pendalaman, secepatnya akan kami update progresnya," katanya.

(kum/kid)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Infrastruktur | | | |