Masjid di 'Kampung Tenggelam' Karian Muncul Lagi dalam Kondisi Utuh

3 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Bangunan masjid di tengah Bendungan Karian, Lebak, Banten berdiri utuh meski tergenang air waduk.  Masjid berkubah biru dan bermenara itu tetap berdiri tegak di antara bangunan-bangunan lain yang sudah tak lagi utuh.

Menurut warga, Maman, Masjid Al Mujahidin yang kembali muncul ke permukaan imbas kemarau tersebut memang diwasiatkan untuk tidak dibongkar.

Maman yang dulu tinggal tepat di samping masjid Kampung Somang itu menceritakan bahwa bangunan itu merupakan masjid bersejarah. Maman menyebut masjid tersebut sudah ada sejak zaman kolonial Belanda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang mendirikan Abuya, katanya dibangun sejak zaman Belanda. Tapi baru direnovasi sekitar 15 tahun lalu," kata Maman mengutip detikcom, Rabu (29/7).

Maman menyebut cucu atau keturunan Abuya berpesan agar masjid itu tidak dibongkar apa pun yang terjadi. "Dibuatkan masjid baru, jadi yang dipindah itu cuma lima tiang utama di bagian dalam," ujar Maman.

Sebelumnya, kampung di Bendungan Karian kini kembali muncul ke permukaan seiring menyusutnya air waduk karena kemarau. Meski sudah tidak beratap, tembok-tembok rumah di kampung tersebut terlihat jelas.

Sisa-sisa permukiman padat penduduk yang dulu terendam air itu pun kembali tampak.

"Lokasi berada di ujung genangan Desa Sukarame dan Desa Sukajaya, Kecamatan Sajira. Ini sudah masuk area hulu yang jaraknya 16 kilometer dari as Bendungan, dan awalnya memang merupakan daerah permukiman padat," ujar Kepala BBWS Cidanau Ciujung Cidurian (C3), Dedi Yudha Lesmana, Senin (27/7).

Bangunan-bangunan di sana memang sengaja tidak dihancurkan saat pengisian air dimulai. Petugas hanya membereskan pepohonan dan tanaman di sekitar area waduk.

"Kondisi seluruh area genangan, meski sudah dibebaskan, tidak dilakukan demolish untuk bangunan yang terdampak. Adapun yang dilakukan proses clearing oleh tim konstruksi hanya tanamannya saja," terangnya.

Dedi menjelaskan bahwa saat ini air di waduk menyusut sekitar 5 persen. Penyusutan itulah yang membuat deretan rumah yang telah ditinggalkan warga kembali terlihat jelas.

"Pada muka air banjir (MAB) waduk, sebagian rumah memang akan tenggelam karena beda tingginya dengan muka air normal sekitar 3,35 meter. Saat ini elevasinya turun sekitar 80 cm dari muka air normal," pungkasnya.

Baca berita lengkapnya di sini.

(tim/dal)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Infrastruktur | | | |