Jakarta, CNN Indonesia --
Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih terisolasi setelah diguncang gempa bumi. Kondisi tersebut membuat proses pemantauan dan penyaluran bantuan kepada warga terdampak terkendala, terutama karena jaringan komunikasi dan pasokan listrik belum stabil.
Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko mengatakan gangguan komunikasi membuat koordinasi dengan Kapolres Nagekeo AKBP Rachmat Muchamad Salihi tidak berjalan optimal. Laporan mengenai kondisi wilayah terdampak juga diterima secara tidak lancar.
"Memang Kabupaten Nagekeo itu kami sendiri juga agak sulit komunikasi dengan Pak Kapolres karena saluran komunikasi maupun listrik belum stabil di sana sehingga laporannya terputus-putus juga," ujar Rudi, Senin (17/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain persoalan komunikasi dan listrik, Rudi mengatakan gempa susulan masih terjadi di wilayah Nagekeo. Petugas pun terus berupaya membuka akses menuju sejumlah wilayah yang terisolasi agar distribusi bantuan dan logistik dapat segera dilakukan.
Salah satu wilayah yang menjadi perhatian ialah Desa Tenda Kinde, Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo. Rudi telah memerintahkan Kapolres Nagekeo untuk segera mendatangi lokasi tersebut karena ratusan warga masih mengungsi secara mandiri di Kantor Desa Tenda Kinde.
Kondisi warga di lokasi tersebut dilaporkan cukup memprihatinkan. Berdasarkan informasi yang diterima, mereka belum mendapatkan bantuan dari pihak mana pun dan masih memenuhi kebutuhan sehari-hari secara swadaya.
Warga disebut patungan untuk membeli kebutuhan pokok. Mereka juga mengandalkan persediaan makanan yang masih tersisa untuk memenuhi kebutuhan selama berada di pengungsian.
Rudi meminta informasi mengenai kondisi warga di wilayah terdampak terus disampaikan kepada kepolisian agar dapat segera ditindaklanjuti.
"Informasi seperti ini yang kami harapkan terus disampaikan kepada kami sehingga bisa kami tindak lanjuti segera di lapangan," kata Rudi.
Untuk mengatasi kendala komunikasi, kepolisian memprioritaskan pengiriman perangkat konektivitas ke Nagekeo. Mabes Polri telah mengirimkan wifi portable yang akan dipasang di wilayah terdampak.
Perangkat tersebut diharapkan dapat membantu memperlancar komunikasi antara warga, petugas, serta pihak-pihak yang terlibat dalam penanganan bencana.
"Mabes Polri juga sudah kirim 10 unit wifi portable dan disiapkan untuk membantu wilayah terdampak yang mengalami gangguan konektivitas internet," kata Rudi.
Baca selengkapnya di sini.
(tim/isn)

4 hours ago
7

















































