Pemilik Gym Bali Buka Suara soal Kelakuan Kasar 3 Anggota IDF Israel

4 hours ago 11

Jakarta, CNN Indonesia --

Samir selaku pemilik pusat kebugaran atau gym di wilayah Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali buka suara soal pengusiran terhadap tiga warga negara asing (WNA) yang disebut merupakan anggota Israel Defense Forces (IDF) atau tentara zionis Israel.

Dalam video yang diunggah akun Instagram gym @ayendaubud, Samir menerangkan peristiwa bermula saat ketiga orang tersebut datang ke gym dan bersikap kasar kepada salah satu staf.

Setelah mendapat cerita dari stafnya ihwal perlakuan kasar tersebut, Samir pun lantas menanyakan kepada ketiga orang yang diduga tentara zionis Israel itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya bertanya dari mana mereka berasal. Mereka bilang mereka orang Israel. Jadi saya bilang kita tidak melayani orang Israel. Kami tidak melayani IDF, dan kami tidak melayani siapa pun yang kasar kepada staf kami. Anda tahu para penduduk lokal yang bekerja keras, anda harus menghormati mereka. Kalian harus pergi," kata Samir dalam video itu seperti dikutip Kamis (20/8).

Samir menyebut sempat terjadi perdebatan antara dirinya dengan orang tersebut. Kata Samir, dirinya pun merekam seluruh peristiwa yang terjadi.

[Gambas:Instagram]

"Saya merekam semuanya karena saya tahu mereka akan berbohong, dan itulah yang mereka lakukan," ujarnya.

Buntutnya, gym milik Samir pun mendapat ulasan bintang satu di Google Review dari pihak yang bersangkutan. Samir juga dituduh telah bersikap rasis karena menyinggung masalah agama.

"Jadi mereka memberikan ulasan bintang 1 di Google Review tentang menjadi rasis karena agama, mereka tidak mengatakan apa-apa tentang Yudaisme, anda juga dapat melihatnya di video," tutur dia.

"Saya katakan tentang orang Israel dan IDF, yang tidak mereka katakan apa-apa tentang agama, dan itulah yang selalu mereka coba lakukan, membingkainya sebagai hal agama, membingkainya sebagai tindakan antisemit. Tapi untungnya kami memfilmkan semuanya," sambungnya.

Lebih lanjut, Samir pun menegaskan bahwa dirinya tidak bersedia melayani tentara zionis Israel dan siapapun yang bersikap kasar terhadap staf.

"Saya tidak tahu bagaimana mereka bisa masuk ke sini. Ya, saya menendang mereka keluar. Saya ingin memperjelas: kami tidak melayani IDF dan siapa pun yang kasar kepada staf kami, kamu tidak diterima," ucap Samir.

(dis/isn)

placeholder

Read Entire Article
Infrastruktur | | | |