Makassar, CNN Indonesia --
Dinas Penerangan Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) buka suara soal insiden pesawat terbang jenis Cassa tergelincir di landasan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Kadispen Puspenerbal, Letkol Eko Hadi Setyawan mengatakan pesawat udara TNI AL jenis NC 212-200 Aviocar dengan nomor ekor U-6215 dari Skuadron Udara 600 Wing Udara 2 Puspenerbal mengalami kendala teknis saat mendarat di runway 03 Bandara Hasanuddin, Selasa (25/8) sekitar pukul 11.21 WITA.
"Sesaat setelah menyentuh landasan dan melakukan landing roll, ban utama sebelah kanan mengalami kempis/pecah (R/H Main Tyre Flat)," kata Eko dalam keterangannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi ban yang mengalami kempis di sebelah kanan sehingga pesawat keluar jalur landasan.
"Kondisi ban tersebut menyebabkan pesawat mengalami pergerakan menyimpang ke arah kanan hingga keluar dari tepi landasan sejauh kurang lebih 26,2 meter," ungkapnya.
Eko menerangkan dalam pesawat tersebut terdapat tiga awak yakni, Kapten Laut (P) Galih bersama Kapten Laut (P) Nova dan Letda Laut (P) Rendy langsung merespons kondisi pesawat dengan menjalankan standar keselamatan berupa emergency cut engine sesuai standar operasional prosedur (SOP) guna meminimalisir risiko lebih lanjut.
"Awak pesawat langsung menjalankan emergency cut engine sesuai SOP untuk meminimalkan risiko lebih lanjut. Ketiga kru selamat tanpa cedera. Sementara ini pemeriksaan teknis masih berlangsung," jelasnya.
Setelah kejadian itu, kata Eko, tim di lapangan telah berkoordinasi dengan pihak Lanud Sultan Hasanuddin dan pengelola bandara. Kemudian dilakukan pergantian ban dan mengevakuasi pesawat ke Apron Lanud Hasanuddin.
Pesawat tersebut diketahui tengah menjalankan misi dukungan latihan operasi MGSB di Sorong dengan rute Malang-Hassanuddin-Patimura.
"Puspenerbal berupaya agar penanganan teknis serta evakuasi pesawat dapat diselesaikan secepatnya tanpa mengganggu kelancaran operasional penerbangan sipil di Bandara Sultan Hasanuddin," katanya.
(mir/isn)

5 hours ago
6

















































