Polisi Buka Suara soal Kisruh 3 WNA Diduga IDF Israel di Ubud Bali

3 hours ago 11

Denpasar, CNN Indonesia --

Sebuah video viral di media sosial terkait perseteruan antara pemilik pusat kebugaran atau gym di wilayah Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, dengan warga negara asing (WNA) yang diduga dari Israel.

Dalam video itu diberi keterangan seorang pemilik gym di Ubud, Bali, mengusir tiga WNA diduga tentara Israel (IDF). Pada video viral itu disebut pula tiga WNA itu telah melontarkan kata-kata tak sopan ke staf gym tersebut.

Merespons hal tersebut, Kasi Humas Polres Gianyar Ipda I Gusti Ngurah Suardita mengatakan pihaknya masih melakukan konfirmasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengatakan untuk sejauh ini tidak ada pengaduan terhadap peristiwa itu baik di Polsek Ubud maupun Polres Gianyar, Bali.

"Terkait hal ini kami masih konfirmasi. Sampai saat ini tidak ada pengaduan ke polsek (atau) polres," singkatnya saat dikonfirmasi, Kamis (20/8).

Sementara itu, dicoba untuk dikonfirmasi secara terpisah hari ini, Putu Suhendra selaku Kasi Teknologi, Informasi dan Komunikasi Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar juga belum merespons terkait peristiwa viral tersebut.

Saat peristiwa itu viral pada Rabu (19/8), ketika dikonfirmasi, Putu menjawab, "Saya akan cek dulu."

Dalam video yang viral itu, pemilik gym mengaku mengambil tindakan setelah salah satu tamu bersikap tidak sopan terhadap stafnya. Ia juga menerangkan, tamu tersebut berkaitan dengan Israel Defense Forces (IDF) atau tentara Israel.

Dalam video yang diunggah akun Instagram @filaasteni, pemilik gym tampak menegur para pengunjung tersebut.

"You guys serve in IDF, so you kill babies. So I don't, I don't discuss. That's one thing. I have my morals, that's it, that's it (Kalian bertugas di IDF, jadi kalian membunuh bayi-bayi. Saya tidak mau berdiskusi soal itu. Saya punya prinsip moral)," ujar pemilik gym dalam video yang dilihat, dikutip pada Rabu (19/8).

Perseteruan bermula ketika tiga pria berkewarganegaraan Israel datang ke tempat kebugaran tersebut. Dalam video klarifikasi lanjutan, pemilik gym mengatakan salah satu dari mereka bersikap kasar terhadap staf.

"These three gentlemen came to our gym, and one of them was very rude to our staff (Tiga pria ini datang ke gym kami dan salah satu dari mereka bersikap sangat kasar kepada staf kami)," ungkapnya.

Setelah mendapat laporan dari staf, pemilik gym lalu mendatangi ketiganya untuk meminta penjelasan sekaligus menanyakan kewarganegaraan mereka. Dari percakapan itu, ia mengetahui bahwa ketiga warga asing atau pengunjung itu adalah warga negara Israel.

"You guys are not even allowed to be in this country, man. You come with a different passport. (Kalian sebenarnya bahkan tidak diperbolehkan berada di negara ini. Kalian datang dengan paspor yang lain)," kata dia.

Pemilik gym kemudian meminta ketiganya meninggalkan tempat tersebut. Ia mengatakan pihaknya tidak melayani warga Israel, personel IDF, maupun orang yang bersikap kasar kepada staf.

Buntut pengusiran tersebut, pihak gym mengaku mendapat ulasan bintang satu di Google Review dari pihak yang bersangkutan. Dalam ulasan tersebut, pemilik gym dituding bersikap rasis dan melakukan diskriminasi berdasarkan agama.

Namun, pemilik gym membantah tudingan tersebut. Ia menegaskan, penolakannya ditujukan kepada warga Israel dan IDF, serta orang yang bersikap kasar terhadap stafnya, bukan terhadap agama tertentu.

(kdf/kid)

placeholder

Read Entire Article
Infrastruktur | | | |