Praja IPDN Gotong Royong Pulihkan Situs Bersejarah Aceh Tamiang

9 hours ago 10

Jakarta, CNN Indonesia --

Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) terjun langsung membersihkan lumpur yang menutupi situs bersejarah Istana Benua Raja, peninggalan Kerajaan Benua Tunu, di Desa Benua Raja, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (4/4).

Aksi tersebut merupakan bagian dari upaya percepatan pemulihan wilayah terdampak banjir besar yang melanda daerah tersebut pada akhir November tahun lalu.

Salah satu praja, I Gusti Ngurah Erlang AW, tampak sigap mengeruk endapan lumpur yang mengeras di berbagai sudut bangunan bersejarah tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berbekal sekop dan kereta dorong, Praja Pratama IPDN angkatan 36 itu mondar-mandir membersihkan lorong situs yang menjadi simbol penting sejarah kerajaan Islam di Aceh.

Praja IPDN kontingen Bali ini dikirim bersama 730 praja lain oleh Kementerian Dalam Negeri untuk membersihkan 42 titik lokasi yang masih dipenuhi lumpur tebal dan sebagian besar menumpuk di pemukiman warga.

Erlang mengaku bangga bisa terlibat langsung dalam pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang.

Terlebih, PKL Praja IPDN gelombang ketiga lebih menuntut keterlibatan langsung di tengah masyarakat, yang semakin memperkuat misi kemanusiaan kepada penyintas bencana, sehingga membuat penugasan menjadi lebih dari sekadar membersihkan lumpur.

"Kami merasa diberi tugas melaksanakan misi kemanusiaan. Kami sangat merasa senang dan bangga apalagi kebanyakan dari kami merupakan kesempatan pertama untuk melaksanakan tugas di (daerah bencana) Aceh," kata Erlang saat diwawancara, Sabtu (4/4).

Sebelumnya, Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Tito Karnavian meminta praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) bekerja keras membersihkan lumpur yang masih memenuhi lingkungan pemukiman warga di Aceh Tamiang.

Hal itu disampaikan Tito saat memimpin apel pembukaan PKL gelombang ketiga Praja Pratama IPDN di Istana Benua Raja, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu(4/4).

Tito mengatakan sebanyak 731 praja IPDN pada gelombang ketiga yang diterjunkan di Aceh Tamiang, akan difokuskan pada kegiatan pembersihan lumpur di rumah warga, drainase, serta jalan desa sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan lingkungan pascabencana.

"Target utamanya adalah menyelesaikan persoalan yang masih terkena lumpur, ada yang sudah mengeras, termasuk situs sejarah (Istana Benua Raja) ini, kemudian juga ada rumah masyarakat, drainase dan lain- lain, karena memang di Aceh Tamiang ini adalah salah satu dampak terberat, terutama karena endapan lumpur banjirnya bisa 4 sampai 5 meter," kata Tito.

(inh)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Infrastruktur | | | |