Viral Aksi Bully Siswa SMK di Kebumen, Diduga Dipicu Chat IG

3 hours ago 7

Jakarta, CNN Indonesia --

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kebumen buka suara terkait kasus dugaan perundungan atau bullying yang dialami siswa SMK di Kecamatan Kutowinangun, Kebumen.

Diketahui, SMK swasta tersebut ada di bawah naungan PCNU Kebumen. Pihak sekolah saat ini telah memberikan sanksi berupa skorsing terhadap pelaku.

"Jadi sekolah tersebut memang di bawah tanggung jawab kami, dan kami sudah berkoordinasi dengan pihak sekolah. Pelakunya diskors. Tapi sekolah tidak bisa langsung mengeluarkan sebelum pelaku mendapatkan sekolah yang baru, sesuai aturan yang ada. Jadi kita beri sanksi skorsing sambil disuruh mencari sekolah lain. Proses hukumnya sendiri sudah ditangani oleh Polres, dan kita sangat menghormati proses hukum yang berjalan," kata Ketua PCNU Kabupaten Kebumen, Imam Satibi seperti dikutip dari detikJateng, Senin (17/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan informasi awal yang diterima dari pihak sekolah, kata Imam, insiden tersebut bermula dari persoalan antara pelaku dan korban yang dipicu rasa cemburu. Aksi perundungan itu pun kemudian terjadi pada siang hari saat jam istirahat sekolah.

"Informasi yang saya terima dari sekolah itu, awalnya yang kelas 11 (pelaku) punya pacar, kemudian diputus oleh pacarnya. Karena si pelaku bisa membuka akun Instagram pacarnya, dia melihat ada chat dari adik kelasnya yang menjadi korban. Padahal itu komunikasi biasa saja, cuma hello-hello saja, lalu cemburu," tutur dia.

"Sedang jam makan siang, jam istirahat. Ternyata ada kejadian seperti itu dan tidak terpantau. Ini bagian dari kelalaian kita, maka akan kita perbaiki SOP dan layanan kita," sambungnya.

Disampaikan Imam, kondisi korban hingga saat ini masih belum bisa kembali beraktivitas di sekolah. Pihak PCNU bersama Lembaga Pendidikan dan Pemerintah Kabupaten Kebumen telah mendatangi keluarga korban untuk memberikan pendampingan dan dukungan psikologis.

"Sampai hari ini korban belum aktif sekolah. Kita maklumi jika korban mengalami trauma atau syok mental dan butuh pendampingan. Kami sangat kooperatif dan memaklumi kondisi tersebut," ujarnya.

PCNU Kabupaten Kebumen turut menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada korban dan keluarganya atas peristiwa yang terjadi.

"Saya atas nama NU menyampaikan permohonan maaf, terutama kepada korban atas kejadian ini. Kami mengakui ini bagian dari keteledoran sekolah hingga tidak terbendung. Harapan kami korban bisa segera recovery dan kembali semangat belajar," kata dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Dinsos PPPA Kabupaten Kebumen, Arum Dwi Lestari, menyampaikan bahwa berdasarkan penanganan dan asesmen awal, kondisi fisik korban sudah jauh lebih baik jika dibandingkan dengan kondisi saat awal kejadian.

"Kalau waktu kita asesmen hari Rabu (12/8) kemarin kan masih tidak mau makan. Tapi kalau hari Minggu (16/8) kemarin sudah membaik, hanya trauma takut berangkat sekolah. Masuk sekolahnya masih takut," ucap Arum.

Terkait kondisi fisik secara detail maupun hasil visum, Arum menjelaskan bahwa dokumen pemeriksaan fisik medis korban ditangani langsung oleh pihak kepolisian untuk kepentingan penyelidikan.

Guna penanganan lebih lanjut, Dinas Sosial PPPA Kebumen telah menyiapkan sejumlah langkah pendampingan intensif bagi korban, baik dari sisi pemulihan trauma maupun pengawalan proses hukum yang sedang berjalan di Polres Kebumen.

"Rencana ada pendampingan psikologi untuk menghilangkan traumanya. Kemudian yang kedua, mendampingi dalam proses hukumnya, karena sudah dilaporkan ke Polres," kata Arum.

Sebelumnya, video aksi perundungan yang terjadi di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah viral di media sosial. Dalam sebuah video berdurasi 34 detik tersebut, terlihat seorang siswa berseragam Pramuka dipukul dan ditendang oleh seorang anak laki-laki yang hanya mengenakan celana panjang.

Setelah diselidiki, siswa tersebut dipukuli di belakang sebuah SMK swasta di Kecamatan Kutowinangun, Kabupaten Kebumen pada Jumat (7/8) sekitar pukul 10.00 WIB. Terduga pelaku kemudian diamankan oleh kepolisian pada Sabtu (15/8).

"Terduga pelaku sudah kami bawa ke Polres, pemeriksaan masih berjalan. Kami juga akan berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk kepentingan pemeriksaan medis dan visum terhadap korban," kata Kapolres Kebumen AKBP I Putu Krisna Purnama seperti dilaporkan detikcom.

Baca selengkapnya di sini.

(dis/isn)

placeholder

Read Entire Article
Infrastruktur | | | |