KEBUMEN - Kehadiran Jembatan Gantung Garuda di wilayah Desa Arjosari dan Sidomukti, Kecamatan Adimulyo, Kabupaten Kebumen, kini menjadi simbol harapan baru bagi masyarakat. Sejak resmi dimanfaatkan, Selasa (24/3/2026), jembatan ini tidak hanya memperlancar mobilitas warga, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan akses pendidikan di kawasan tersebut.
Jembatan yang membentang di atas aliran sungai ini menjadi solusi atas keterbatasan akses yang selama bertahun-tahun dihadapi warga. Aktivitas harian yang sebelumnya terhambat, kini berubah lebih mudah, cepat, dan aman.

Salah satu warga, Imam Aji Rusmono, mengungkapkan bahwa manfaat jembatan tersebut langsung dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Sekarang akses jauh lebih mudah. Anak-anak bisa berangkat sekolah dengan aman, dan warga tidak perlu lagi memutar jauh atau mengambil risiko saat menyeberangi sungai, ” ujarnya.
Sebelum jembatan ini dibangun, warga harus menempuh jalur alternatif yang memakan waktu lebih lama, bahkan tak jarang menghadapi bahaya saat melintasi sungai, terutama di musim hujan dengan debit air yang tinggi.
Komandan Koramil 17/Adimulyo, Kapten Arh Budi Santoso, menegaskan bahwa keberadaan Jembatan Gantung Garuda memiliki peran strategis bagi kehidupan masyarakat.
“Kami sangat bersyukur jembatan ini bisa dimanfaatkan masyarakat. Ini bukan sekadar infrastruktur, tetapi telah menjadi urat nadi yang menggerakkan perekonomian desa dan memperkuat konektivitas antarwilayah, ” tegasnya.
Dengan akses yang kini semakin terbuka, distribusi hasil pertanian, aktivitas perdagangan, hingga mobilitas pelajar menjadi lebih lancar. Jembatan Gantung Garuda pun diharapkan terus menjadi penggerak kemajuan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah Arjosari dan Sidomukti. (PERS)

3 days ago
10

















































