UI Buka Suara soal SUMA UI Unggah Konten LGBTQ

6 hours ago 12

Jakarta, CNN Indonesia --

Universitas Indonesia (UI) merespons polemik yang muncul setelah akun media sosial Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pers Suara Mahasiswa (SUMA) UI mengunggah konten terkait Pride Month dan isu LGBTIQ.

Pihak kampus menegaskan unggahan tersebut merupakan pandangan redaksional organisasi mahasiswa yang tidak mewakili sikap resmi universitas.

"Terkait dinamika yang berkembang atas unggahan akun media sosial Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Suara Mahasiswa (SUMA) UI mengenai isu Pride Month serta orientasi seksual dan identitas gender, Universitas Indonesia menegaskan bahwa isi unggahan tersebut murni merupakan pandangan redaksional dari organisasi kemahasiswaan yang bersangkutan," demikian keterangan resmi UI disampaikan Direktur Hubungan Masyarakat, Media, Pemerintah dan Internasional Erwin Agustian Panigoro, dikutip Minggu (14/6).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Konten tersebut tidak mencerminkan sikap resmi Universitas Indonesia maupun keseluruhan sivitas akademika UI," imbuhnya/.

UI menegaskan kebebasan berekspresi dan berpendapat merupakan bagian dari kehidupan akademik yang harus dihormati. Namun, kebebasan tersebut juga harus dijalankan secara bertanggung jawab dengan tetap memperhatikan etika dan norma yang berlaku.

Sebagai perguruan tinggi, UI menegaskan komitmennya untuk berpegang pada nilai-nilai Pancasila, peraturan perundang-undangan, serta norma yang berlaku di Indonesia. Kampus juga menempatkan penghormatan terhadap martabat manusia, integritas, dan terciptanya lingkungan akademik yang aman serta kondusif sebagai prinsip utama dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

"Dalam semangat tersebut, UI memandang kampus sebagai ruang dialog dan pengembangan ilmu pengetahuan yang terbuka terhadap berbagai pandangan. Namun, setiap pendapat perlu disampaikan secara santun, tidak provokatif, dan sesuai dengan etika akademik," demikian pernyataan UI.

UI menilai perbedaan pandangan di tengah masyarakat harus dikelola secara bijak. Karena itu, kebebasan berekspresi perlu diimbangi dengan tanggung jawab sosial agar tidak menimbulkan perpecahan.

Sebagai tindak lanjut atas polemik yang berkembang, pihak kampus saat ini melakukan penelaahan dan evaluasi internal terhadap persoalan tersebut.

Menindaklanjuti dinamika dan keresahan yang timbul di tengah masyarakat terkait unggahan tersebut, Pimpinan UI saat ini tengah melakukan penelaahan dan langkah-langkah evaluasi lebih lanjut secara internal.

"Proses ini dilakukan bersama otoritas kampus terkait untuk memastikan bahwa setiap aktivitas kemahasiswaan senantiasa sejalan dengan Kode Etik dan Peraturan Tata Tertib Mahasiswa UI, serta berpedoman pada koridor kebebasan akademik yang bertanggung jawab," tegas UI.

UI juga mengajak seluruh sivitas akademika dan masyarakat untuk menjaga suasana yang kondusif serta menghormati perbedaan pandangan demi menjaga persatuan.

Di sisi lain, alumni Pers Suara Mahasiswa UI turut menyampaikan sikap atas unggahan yang sempat viral tersebut. Melalui pernyataan resmi yang diunggah akun @ilunisumaui, para alumni menyatakan penyesalan terhadap konten berjudul Menguji Sila Kemanusiaan di Bulan Kebanggaan yang dipublikasikan SUMA UI di Instagram dan X.

"Alumni Pers Suara Mahasiswa Universitas Indonesia (SUMA UI) menyesalkan unggahan di Instagram dan X (sebelumnya Twitter) Suara Mahasiswa Universitas Indonesia (SUMA UI) berjudul Sila Kemanusiaan di Bulan Kebanggaan. Alumni SUMA UI sudah berusaha memberi masukan ke Redaksi SUMA UI untuk mempertimbangkan konteks sosial kemasyarakatan seraya tetap menjaga independensi redaksi dalam menjalankan kerja jurnalistiknya," demikian pernyataan alumni SUMA UI dikutip dari akun media sosial mereka, @ilunisumaui pada Minggu (14/6).

Menurut alumni, sejak berdiri pada 1992, SUMA UI dikenal sebagai organisasi pers mahasiswa yang menjunjung keberagaman, menjaga sikap moderat, dan mengedepankan prinsip nonpartisan dalam kerja jurnalistiknya. Karena itu, mereka menilai unggahan tersebut tidak sejalan dengan semangat yang selama ini dibangun organisasi.

"Alumni SUMA Ul dengan ini menyatakan keberatan dan menyesalkan unggahan tersebut yang dinilai tidak sesuai dengan semangat organisasi pers mahasiswa untuk tidak condong pada salah satu golongan tertentu," demikian tegas Alumni SUMA UI.

Selain itu, alumni juga menyayangkan sikap pengurus redaksi yang dinilai tidak membuka ruang diskusi dan menerima masukan terkait unggahan yang menuai kontroversi tersebut. Mereka menilai polemik itu telah menimbulkan keresahan di kalangan sivitas akademika, alumni, hingga masyarakat luas serta berpotensi berdampak negatif terhadap gerakan mahasiswa UI.

Meski demikian, alumni menegaskan tetap mendukung kebebasan berpendapat yang dijalankan secara bertanggung jawab dengan mempertimbangkan etika dan nilai moral yang berkembang di masyarakat.

"Alumni SUMA UI akan terus membuka upaya dialog dengan pengurus Redaksi SUMA UI. Semoga kejadian ini tidak terulang lagi," tutup alumni SUMA UI.

Sebelumnya, unggahan SUMA UI berjudul Menguji Sila Kemanusiaan di Bulan Kebanggaan ramai diperbincangkan di media sosial. Konten tersebut menampilkan ilustrasi siluet Garuda Pancasila berlatar bendera pelangi dan memuat narasi mengenai Pride Month serta isu diskriminasi terhadap komunitas LGBTIQ+.

Setelah menuai berbagai reaksi publik, unggahan tersebut kemudian dihapus dari akun Instagram dan X milik SUMA UI.

(tim/isn)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Infrastruktur | | | |