Detik-Detik Pengeroyokan Wisatawan Surabaya di Malang

3 hours ago 1

Surabaya, CNN Indonesia --

Rombongan wisatawan asal Surabaya menjadi korban pengeroyokan dan perusakan oleh ratusan orang tak dikenal saat berlibur di sebuah vila di kawasan Pantai Wediawu, Tirtoyudo, Kabupaten Malang.

Salah seorang korban Mochamad Rafli Rahadi mengatakan, rombongannya berjumlah sekitar 55 orang. Mereka merupakan pekerja gudang sebuah e-commerce di Surabaya yang sedang liburan ke Malang.

Mereka berangkat ke Malang, Senin (4/5) pagi, menggunakan tiga unit mobil micro bus sewaan, dan dua kendaraan pribadi untuk melakukan kegiatan outing yang sudah dipersiapkan jauh-jauh hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Iya, liburan udah di-prepare jauh-jauh hari juga. Kemarin berangkat dari Surabaya itu jam 08.30 pagi. Naik ini nyarter mobil. Elf 3, sama mobil pribadinya anak-anak sendiri 2. Sekitar 55 itu," kata Rafli, saat dikonfirmasi Selasa (5/5) malam.

Setibanya di lokasi, aktivitas rombongannya ini awalnya berjalan normal. Pada malam harinya, mereka menggelar acara hiburan berupa musik DJ dan bakar-bakar di area vila.

"Kan ya malamnya kan memang kita ngundang ini sih kayak di DJ-an, buat fun fun biasa sama bakar-bakar," ucapnya.

Namun, kata Rafli, situasi mulai berubah drastis ketika sebuah lagu yang dianggap mengandung unsur provokatif tidak sengaja terputar dan mereka terbawa suasana menyanyikannya. Hal itu terekam oleh seseorang hingga viral di media sosial.

"Bener ada apa memang ada chant nyanyian rasis. Tapi itu lagunya itu aslinya bukan chant rasis cuman karena keputer. Tapi kan awalnya dari kita ini sudah enggak ada niat buat apa nyetel anggapannya nyetel lagu-lagu yang berbau supporter lah, apalagi ya juga tahu kalau Surabaya sama Malang juga rival," ucapnya.

"Lah enggak tahunya ada yang ngevideo itu mungkin dari pihak dari pihak Aremanya ada yang ngevideo terus di up di media," tambahnya.

Akibat video tersebut, sekitar pukul 03.00 WIB dini hari, beberapa orang tak dikenal mulai mendatangi lokasi vila tempat mereka menginap. Mereka meminta klarifikasi soal kepada Rafli dan teman-temannya.

"Pokoknya jam 3.00 WIB itu udah ada massa langsung. Pertamanya orang empat masih bisa ngobrol baik-baik," ucapnya.

Namun, situasi dengan cepat menjadi tidak terkendali. Jumlah massa yang mengepung penginapan mereka terus bertambah hingga mencapai 200 orang.

"Habis gitu masa itu udah gak kondusif. Udah enggak bisa dikondusifin. Soalnya sekitar orang 200-an sih, pokok dikepung," ujarnya.

Selanjutnya, massa tak dikenal itu dilaporkan masuk ke kamar-kamar wisatawan dan melakukan pemukulan secara membabi buta.

Rafli menyebutkan, selain menggunakan tangan kosong, ratusan orang itu melakukan penyerangan menggunakan benda tumpul atau tongkat kayi hingga senjata tajam.

"Akhirnya ya itu langsung masuk semua, masuk ke masuk ke kamar-kamar, ya melakukan penyerangan ini," ujar dia.

Ketegangan baru berakhir pada pagi hari setelah pihak kepolisian tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi. Rombongan wisatawan asal Surabaya ini akhirnya bisa meninggalkan kawasan Pantai Wediawu sekitar pukul 10.00 WIB dengan pengawalan ketat petugas guna mengantisipasi!serangan susulan.

"Balik-balik sekitaran jam 10.00 WIB kurang lebih. Iya, dikawal dievakuasi, Mas. Soalnya kan masih ini masih beritanya masih nyebar sih. Takutnya ada serangan susulan juga," ucapnya.

Akibat kejadian tersebut, enam orang mengalami luka-luka, satu di antaranya luka berat. Selain itu, sejumlah barang milik wisatawan, berupa 4 handphone, dompet dan sepatu raib. Lima mobil milik mereka juga dilaporkan dirusak massa.

Sebelumnya, rombongan wisatawan asal Surabaya diduga menjadi korban pengeroyokan dan perusakan kendaraan oleh sekelompok ratusan orang tak dikenal di vila kawasan wisata Pantai Wediawu, Tirtoyudo, Kabupaten Malang, oleh sekelompok orang tak dikenal, Selasa (5/5) dini hari.

Insiden ini mengakibatkan enam orang pengunjung mengalami luka-luka. Tak hanya itu, enam unit mobil dilaporkan dalam kondisi rusak.

Dalam tayangan video yang beredar terlihat sejumlah mobil mengalami kerusakan kaca jendela dan pintu pecah, hingga coretan bertulis 'bonek janc*k' pada badan mobil.

Kasihumas Polres Malang AKP Bambang Subinajar mengatakan, usai mendapatkan laporan, polisi langsung melakukan pendalaman di tempat kejadian perkara.

"Petugas segera mendatangi TKP setelah menerima laporan untuk melakukan penanganan awal dan pengamanan situasi," kata Kasihumas Polres Malang AKP Bambang Subinajar, Selasa (5/5).

Dari penyisiran tersebut, petugas mengamankan balok kayu, batu, hingga botol minuman keras (miras) yang ditemukan di sekitar area bentrokan.

Guna mencegah konflik susulan, aparat kepolisian memberikan pengawalan ketat bagi rombongan wisatawan asal Surabaya tersebut saat meninggalkan lokasi kejadian.

Bambang menegaskan saat ini pihaknya tengah bekerja keras mengungkap motif dan pelaku di balik aksi penyerangan tersebut.

"Peristiwa ini masih dalam tahap penyelidikan. Kami masih mengumpulkan keterangan saksi dan alat bukti untuk memastikan kronologi secara utuh," ucapnya.

Polres Malang juga mulai menelusuri identitas para pihak yang terlibat dalam pengeroyokan ini. Kepolisian meminta masyarakat untuk tidak mengambil tindakan main hakim sendiri.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terprovokasi, dan mempercayakan penanganan sepenuhnya kepada pihak kepolisian," kata Bambang.

(frd/isn)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Infrastruktur | | | |