Jakarta, CNN Indonesia --
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan logistik konsumsi untuk jemaah haji Indonesia menjelang puncak ibadah haji 1447 H/2026 M aman terkendali.
Para jemaah dipastikan akan menerima 15 porsi makanan siap santap (ready to eat) dengan menu khas Nusantara selama periode krusial tersebut.
Kepastian ini disampaikan langsung oleh Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji Kemenhaj, Jaenal Effendi, usai menggelar rapat koordinasi dengan seluruh penyedia layanan konsumsi di Makkah, Arab Saudi, Jumat (15/5) malam waktu setempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari dapur, [paket makanan siap santap] akan didistribusikan ke seluruh hotel yang ada. Mudah-mudahan ini bisa berjalan dengan baik, sehingga jemaah kita bisa tenang dalam melakukan ibadah," ujar Jaenal kepada tim Media Center Haji (MCH) di Makkah.
Untuk mengantisipasi kepadatan, Kemenhaj melakukan pengawasan ketat dan menjadwalkan pasokan makanan dari dapur-dapur di Makkah pada tanggal 7, 8, dan 13 Dzulhijjah 1447 H (atau bertepatan dengan 24, 25, dan 30 Mei 2026).
Proses distribusi ke hotel-hotel jemaah Indonesia ditargetkan sudah mulai berjalan pada 6 Dzulhijjah atau 23 Mei 2026.
"Ini [makanan yang disediakan syarikah] sudah selesai, sudah siap untuk didistribusikan," tegas Jaenal.
Demi menjaga stamina sekaligus mengobati rasa rindu jemaah pada kampung halaman, Kemenhaj memastikan seluruh menu tetap mempertahankan cita rasa otentik Indonesia.
Beberapa menu andalan yang siap disuguhkan di antaranya adalah rendang dan variasi olahan telur. Cita rasa lokal ini dipastikan terjaga lantaran Kemenhaj mengontrol langsung pasokan bahan baku hingga mewajibkan keterlibatan juru masak (koki) asal Indonesia di dapur-dapur Makkah.
Jaenal memaparkan ada tiga indikator utama yang sejauh ini berhasil dipenuhi oleh pihak katering: cita rasa Indonesia yang sesuai standar, gramasi (porsi) makanan yang pas dan bergizi, ketepatan waktu (on time delivery) dalam pendistribusian ke hotel-hotel.
Sebagai tahun pertama penyelenggaraan ibadah haji di bawah komando Kemenhaj, pihak kementerian berkomitmen melakukan pemantauan dan evaluasi berkala secara profesional ke lapangan.
Garis Waktu Alur Konsumsi Jemaah RI saat Puncak Haji:
23 Mei (6 Dzulhijjah): Makanan siap santap mulai didistribusikan ke hotel jemaah.
24-25 Mei (7-8 Dzulhijjah): Pasokan konsumsi dari dapur Makkah berjalan.
25 Mei siang - 30 Mei pagi (8-13 Dzulhijjah): Jemaah bergerak ke Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina). Konsumsi dialihkan dan disediakan oleh pihak Syarikah (Rakeen Mashariq dan Albait Guest).
30 Mei (13 Dzulhijjah): Jemaah kembali ke hotel, konsumsi kembali dipasok oleh dapur Makkah.
(luk/har)
Add
as a preferred source on Google

15 hours ago
17
















































