Jakarta, CNN Indonesia --
Eks Menteri ESDM, Sudirman Said kembali diperiksa untuk ketiga kalinya oleh penyidik di kasus korupsi pengadaan minyak mentah Pertamina Energy Trading Limited (Petral) periode 2018-2015.
Pantauan CNNIndonesia.com, Sudirman dan rombongannya tiba di Gedung Bundar Kejaksaan Agung dengan memakai kemeja batik bernuansa hijau. Kepada awak media, ia mengaky dipanggil untuk diperiksa terkait kasus korupsi pengadaan minyak mentah.
"Undangan untuk memberikan keterangan. Kelihatannya masih urusan sama Petral itu," ujarnya kepada wartawan di lokasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedatangan Sudirman hari ini merupakan yang ketiga kalinya di perkara itu. Ia sebelumnya sudah pernah diperiksa penyidik, pada Selasa (23/12) dan Senin (19/1).
Sebelumnya Kejagung menetapkan tujuh orang tersangka dalam kasus korupsi pengadaan minyak mentah Pertamina Energy Trading Limited (Petral) periode 2018-2015.
Dua diantaranya merupakan bos minyak Mohammad Riza Chalid dan IRW selaku tangan kanan Riza Chalid yang juga Direktur di perusahaan Gold Manor, VeritaOil dan Global Energy Resources.
Kasus ini bermula ketika pejabat di Petral membocorkan informasi rahasia internal perusahaan terkait kebutuhan minyak mentah dan gasoline.
Informasi itu kemudian dimanfaatkan Riza Chalid untuk mempengaruhi proses pengadaan atau tender minyak mentah, produk kilang dan pengangkutan. Akibatnya terjadi pengkondisian tender dan informasi nilai HPS.
Pengkondisian itu kemudian menimbulkan kemahalan harga karena pengadaan menjadi tidak kompetitif. Lewat persekongkolan itu dihasilkan MoU antara Petral dengan perusahaan Riza Chalid untuk memasok produk kilang minyak tahun 2012 sampai 2014.
Perbuatan para tersangka dinilai memperpanjang proses rantai pasok BBM hingga berdampak menaikkan harga untuk produk Ron 88 atau premium dan Ron 92 atau Pertamax.
(tfq/ugo)
Add
as a preferred source on Google

7 hours ago
7

















































