MOROWALI, Sulawesi Tengah – Traffic light di perempatan Fonuasingko, Desa Bente, Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali, hingga kini masih belum berfungsi normal setelah mengalami kerusakan selama berbulan-bulan. Kondisi ini dikeluhkan warga karena dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan di salah satu titik persimpangan padat kendaraan tersebut.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Morowali, Ilham Lamidu, didampingi staf teknisi Ikram, menjelaskan bahwa kerusakan traffic light tersebut disebabkan sambaran petir yang merusak perangkat utama pengendali lampu lalu lintas.
Menurut Ikram, alat program yang berfungsi mengatur pergantian lampu merah, kuning, dan hijau mengalami kerusakan parah hingga hangus setelah tersambar petir.
“Alat programnya yang mengatur lampu merah maupun warna lainnya itu yang rusak, hangus karena disambar petir, ” jelas Ikram saat dikonfirmasi, Senin (27/4/2026).
Ia menuturkan, sebelumnya traffic light di lokasi yang sama juga pernah mengalami gangguan. Namun saat itu kerusakan dapat segera diatasi karena masih tersedia perangkat cadangan.
“Sebelumnya pernah rusak juga, tapi cepat diatasi karena masih ada cadangannya, ” ujarnya.
Saat ini, kata Ikram, perangkat cadangan sudah tidak tersedia sehingga pihak Dishub harus menunggu pengadaan alat baru dari perusahaan yang sebelumnya memasang sistem traffic light tersebut.
“Kami juga sudah konfirmasi ke perusahaan yang mengadakan alat itu, tapi disuruh menunggu terus, ” tambahnya.
Ikram mengatakan, hingga saat ini pihaknya juga belum mengetahui secara pasti kapan komponen pengganti tersebut akan tiba di Morowali.
“Kami juga belum tahu kapan alatnya datang, ” ucap Ikram.
Dishub Morowali mengaku terus berupaya agar komponen pengganti bisa segera didatangkan sehingga perbaikan dapat dilakukan secepatnya.
Rusaknya traffic light di simpang Fonuasingko Lama menjadi perhatian warga karena lokasi tersebut merupakan jalur sibuk yang dilintasi kendaraan dari berbagai arah setiap hari. Tanpa lampu pengatur lalu lintas, pengendara harus lebih berhati-hati, terutama pada jam padat pagi dan sore hari.
Sejumlah warga berharap pemerintah daerah segera menuntaskan perbaikan agar potensi kemacetan dan kecelakaan dapat diminimalisir.
“Kalau bisa secepatnya diperbaiki, karena ini simpang ramai dan cukup rawan kalau lampu lalu lintas mati terus, ” ujar salah seorang pengendara.
Dishub Morowali mengimbau seluruh pengguna jalan agar mengurangi kecepatan, mematuhi etika berlalu lintas, dan saling memberi prioritas saat melintas di kawasan simpang Fonuasingko Lama sampai traffic light kembali berfungsi normal.

12 hours ago
5

















































