Viral Pria di Bali Nikahi 2 Perempuan Sekaligus, Kades Buka Suara

5 hours ago 8

Jakarta, CNN Indonesia --

Sebuah video seorang pria di Kabupaten Buleleng, Bali, yang terlihat menikahi dua perempuan sekaligus viral di media sosial (medsos).

Dalam video berdurasi pendek itu yang beredar di medsos, terlihat mempelai pria tampak duduk di pelaminan bersama dua perempuan yang menjadi istrinya.

Ketiganya terlihat akrab dan saling menyuapi makanan di hadapan keluarga serta tamu undangan. Prosesi itu berlangsung di Banjar Dinas Baledana, Desa Titab, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Desa Titab, I Wayan Suastika, membenarkan adanya prosesi pernikahan adat tersebut yang dilakukan oleh salah satu warganya berinisial KNP pada Minggu (31/5).

"Itu tanggal 31 upacaranya sekaligus dengan (nikahnya). Tapi saya selaku perbekel (kepala desa) tidak menyaksikan," kata Suastika, saat dikonfirmasi pada Kamis (4/6).

Ia juga menerangkan, bahwa pria itu tidak menikahi dua perempuan dalam waktu yang bersamaan. Menurut dia, KNP sebenarnya telah menikah dengan istri pertamanya sekitar satu tahun lalu, tetapi belum melaksanakan prosesi adat. Karena itu, upacara adat untuk istri pertama digelar bersamaan dengan pernikahan adat istri keduanya.

"Pernikahan pertama kurang lebih satu tahun yang lalu. Selain upacara pernikahan, pada Minggu kemarin juga dilangsungkan upacara tiga bulanan anaknya. Jadi upacaranya dilakukan sekaligus," imbuhnya.

Meski demikian, ia menyebutkan pernikahan tersebut tidak tercatat secara administrasi negara. Pemerintah desa juga tidak menghadiri prosesi tersebut.

Kedua istri KNP diperkirakan masih usia 17 tahun sehingga belum memenuhi ketentuan usia perkawinan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang perkawinan.

Karena tidak memperoleh dokumen administrasi dari pemerintah desa, pernikahan tersebut tidak tercatat secara resmi oleh negara. Sementara prosesi yang berlangsung pada Minggu lalu hanya berupa upacara adat yang dilaksanakan oleh keluarga mempelai.

"Jadi kami tidak hadir menyaksikan. Karena sudah diatur dalam ketentuan. Kami juga tidak mengeluarkan dokumen administrasi apa pun terkait pernikahan itu," ujarnya.

(kdf/dal)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Infrastruktur | | | |