Wabup Candra Bersama Dandim 0309/Solok Tinjau Jalan Terban di Sariak Alahan Tigo, Opsi Jembatan Bailey Disiapkan

4 days ago 6

SOLOK — Pemerintah Kabupaten Solok bergerak cepat merespons kondisi jalan terban yang terjadi di Nagari Sariak Alahan Tigo, Kecamatan Hiliran Gumanti. Mewakili Bupati Solok, Wakil Bupati Solok H. Candra, S.H.I, bersama Dandim 0309/Solok Letkol Inf Sugeng Riyadi, pada Kamis (22/1) turun langsung ke lokasi untuk melakukan peninjauan lapangan sekaligus membahas langkah penanganan darurat guna mengantisipasi terputusnya akses transportasi masyarakat.

Dalam peninjauan tersebut, Wabup Candra dan Dandim 0309/Solok meninjau langsung kondisi badan jalan yang mengalami pergerakan tanah cukup signifikan. Turut hadir Wali Nagari Sariak Alahan Tigo, Wali Nagari Sungai Abu, Camat Hiliran Gumanti, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Solok Effia Vivi Fortuna, ST, MM, Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Solok Drs. Asril, MM, serta Anggota DPRD Kabupaten Solok Drh. Basrizal.

Wabup Solok H. Candra menjelaskan bahwa jalan terban tersebut sebelumnya telah dilakukan penimbunan sebagai langkah sementara. Namun, seiring waktu, timbunan terus mengalami penurunan sehingga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

“Jalan ini memang sudah ditimbun, tetapi timbunan terus turun. Jika tidak segera ditangani dengan tepat, kondisi ini sangat berisiko, terutama bagi masyarakat yang melintas setiap hari, ” ujar Wabup Candra di lokasi.

Sementara itu, Wali Nagari Sariak Alahan Tigo menyampaikan bahwa pergerakan tanah dari ujung ke ujung jalan mencapai kurang lebih 30 meter. Kondisi tersebut membuat akses jalan menjadi sangat rawan dilalui kendaraan, terutama saat curah hujan tinggi.

Anggota DPRD Kabupaten Solok, Drh. Basrizal, turut menyampaikan bahwa di wilayah tersebut sebenarnya telah terdapat jembatan gantung di Sungai Gumanti yang menghubungkan Jorong Pinti Kayu dengan Jorong Taratak Teleng. Namun, jembatan tersebut hanya dapat digunakan oleh pejalan kaki dan kendaraan bermotor roda dua.

“Jembatan gantung ini belum bisa dilalui kendaraan roda empat, sehingga aktivitas masyarakat menjadi terbatas, ” ungkapnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Wabup Candra menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Solok membawa langsung Kepala Dinas PUPR beserta tim teknis untuk melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kondisi lapangan. Salah satu opsi yang dibahas adalah pembangunan jembatan Bailey sebagai solusi sementara agar akses transportasi masyarakat tetap terjaga.

Selain opsi jembatan Bailey, Wabup Candra juga membuka peluang alternatif penanganan teknis lainnya dengan mempertimbangkan efisiensi anggaran dan kondisi geografis wilayah.

“Apabila biaya pengecoran terlalu besar, kita akan mengkaji masukan dari Pak Dewan, yakni memanfaatkan material dari bukit di seberang jalan terban. Ke depan, jalan ini juga perlu dilengkapi parit agar aliran air tidak memperparah kondisi longsor, ” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Solok menegaskan komitmennya untuk segera mengambil langkah terbaik dan terukur demi keselamatan serta kelancaran aktivitas masyarakat. Koordinasi lintas sektor akan terus dilakukan agar penanganan jalan terban di Nagari Sariak Alahan Tigo dapat segera direalisasikan secara efektif dan berkelanjutan.

Read Entire Article
Infrastruktur | | | |