GOWA, SULSEL - Jalan poros Bolaromang, yang merupakan jalan penghubung Sinjai Barat dengan Malino, Desa Bolaromang, Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa dikeluhkan warga, pasalnya jalan ini sudah tidak layak bagi pengguna jalan, karena kondisi fisiknya banyak jalan berlubang, licin, berbatu-batu, tidak rata, turunan curam, sehingga mengakibatkan pengendara sepeda motor, berjatuhan dan memakan korban jiwa bahkan mobil terbalik serta terguling akibat jalan rusak, tak heran kalau jalan Bolaromang dijuluki jalan maut.
Warga Bolaromang yang mendesak agar segera diperbaiki jalan tersebut, kini bakal dikerjakan tahun ini, oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum (PU), Rusdy Ardiyanto, saat dikonfirmasi mengatakan jalan poros Bolaromang itu merupakan jalan Kabupaten, dan akan dikerjakan tahun ini.
"Jadi ruas jalan Kanreapia Bolaromang, Kecamatan Tombolo Pao itu akan dikerjakan tahun 2026 melalui dana APBD Kabupaten Gowa dengan pagu anggaran Rp.2.250.000.000 (dua miliar dua ratus lima puluh juta), " ungkapnya Kamis (19/2/2026) di ruang kerjanya.
Sekarang masih dalam tahap proses konsultan perencanaan, setelah itu lelang, pengumuman dan kontrak, diperkirakan bulan 6 baru bisa dikerja pengaspalan dengan panjang 1, 2 kilometer serta lebarnya 4 meter.
Sebelumnya kata Rusdy, ruas jalan Kanreapia Bolaromang kecamatan Tombolo Pao telah diusulkan, melalui dana DAK tahun 2025 dengan anggaran Rp.4.675.120.000 (empat miliar enam ratus tujuh puluh lima juta seratus dua puluh ribu) tapi kemudian terkena efisiensi anggaran dan DAK bidang jalan tahun 2025 tidak turun dananya dari pusat sehingga batal dikerjakan.
"Adapun total dana Dak bidang jalan 2025 yang tidak turun terkena efisiensi anggaran yaitu sebesar Rp. 51.172.722.000 (lima puluh satu miliar seratus tujuh puluh dua ribu tujuh ratus dua puluh dua ribu), sumber dananya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), cuma dana DAK tiba-tiba nol, kena efisiensi anggaran. Padahal tahun 2025, sudah diprogramkan sampai batas Sinjai, tinggal persiapan lelang, tiba-tiba efisiensi anggaran, jadi gagal dikerja tahun 2025, " paparnya.
Kalau warga bilang disana puluhan tahun tidak diperbaiki, itu salah, karena sebelumnya sudah pernah kita kerja, dan belum sampai 5 tahun, serta berlanjut lagi pada tahun 2025, kita programkan DAK, tiba-tiba efisiensi anggaran, jadi sudah 2 tahun, kami tidak dapat dana DAK.
"Untuk titik lokasi perbaikan jalannya itu berdasarkan pemerintah setempat, jadi usulan prioritas hasil dari Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), cetusnya.(Shanty)

2 weeks ago
3















































